Keberadaan kawasan Segitiga Bermuda sering dikaitkan dengan penyebab hilangnya kapal dan pesawat. Namun, kini dua pakar meteorologi dari Arizona State University, Amerika Serikat, Kevin Corriveau dan Randy Cerveny, dapat mengungkapkan misteri Segitiga Bermuda.
Melalui program Whats On Earth di laman Science Channel, Corriveau mencoba memecahkan hilangnya kapal dan pesawat yang melalui Segitiga Bermuda dengan argumen ilmiah. Menurutnya, kawasan yang berada di Amerika Serikat bagian barat itu selalu dinaungi awan heksagonal.
Corriveau dan Cerveny satu suara, menyatakan konfigurasi awan heksagonal ini menjadi penyebab utama menghilangnya kapal dan pesawat yang melintas di wilayah seluas 500 ribu mil yang menghubungkan Bermuda, Florida, dan Puerto Rico itu.
Awan heksagonal menciptakan bom-bom udara mematikan dengan kecepatan angin 170mph (274 km per jam) kemungkinan berada di balik misteri Segitiga Bermuda. Para ilmuwan telah mengklaim ledakan-ledakan badai tersebut dapat membalikkan kapal ke laut dan menyeret pesawat runtuh ke laut.
Angin-angin yang tercipta oleh bom-bom udara tersebut begitu kuat, mereka menghasilkan angin sekitar 14 meter tingginya. Seorang meteorolog, Randy Cerveny, mengatakan kepada Mirror, “Jenis bentuk heksagonal ini di atas lautan tersebut berada di dalam inti bom udara.
Para peneliti menambahkan awan besar
yang muncul di atas ujung barat Pulau Bermuda, mulai dari 20 – 55 mil
lintasannya, dan Dr Steve Miller, seorang meteorolog satelit di Colorado
State University mengatakan di “What on Earth” pada Sains Channel
mengatakan, “Anda secara khusus tidak melihat tepi lurus awan-awan
tersebut. Sebagian besar waktu tersebut, awan teracak dalam
persebarannya.”
Sumber :
http://www.erabaru.net/2016/10/22/awan-heksagonal-dibalik-misteri-segitiga-bermuda-selama-ini/
http://ucapcakap.blogspot.co.id/2017/01/misteri-segitiga-bermuda.html


Komentar
Posting Komentar